Postingan

Libur Kuliah, Libur Belajar Juga Kah?

Gambar
Oleh : Al-Fakir, Dandi Setiadi Kalau bicara soal liburan, pasti banyak orang yang seneng. Mulai dari anak TK sampe Mahasiswa, dari karyawan biasa sampai direktur utama, pun rakyat biasa sampai penguasa. Jauh-jauh hari biasanya kegiatan liburan sudah direncanakan  mau kemana, mau ngapain dan dengan siapa. Hari ini, tanggal 2 sampai 14 Desember 2022 di PUTM, libur Semester Ganjil pun tiba. Teringat dulu saat masih menjadi Thalabah, sebelum libur tiba biasanya sudah merencanakan mau pergi kemana; Pulang ke kampung halamankah untuk bertemu keluarga? Ke tempat saudarakah? Atau mukim di asrama tercinta dan sesekali sembari mengeksplor bumi Kaliurang-Jogja yang istimewa bersama teman-teman yang tidak pulang ke kampung halaman? Tentu banyak pilihannya, yang penting klop antara kemauan dan kemampuan. Yang penting liburan diisi dengan sesuatu yang punya nilai manfaat. Meski sederhana, tapi terasa istimewa dan kaya makna. Untuk yang tidak kemana-mana, tak perlu kecewa. Karena bahagia pun bis...

Berharganya Jiwa Seorang Mukmin

Fenomena pembunuhan dan juga bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini tentunya menjadi tamparan keras bagi semua kalangan. Entah itu orang tua, guru, para da’i, para pemimpin dan tentu saja bagi semua kalangan masyarakat yang haruslah segera berbenah.  Dimanakah kasih sayang dan kehangatan yang seharusnya hadir lewat keluarga? imanakah ta’dzim hormat-menghormati yang seharusnya lahir dari lingkungan sekolah? Dimanakah prinsip iman dan taqwa yang senantiasa ditancapkan oleh para da’i lewat mimbar-mimbar khutbah yang ada? Dan dimanakah semangat nasihat-menasihati yang seharusnya hadir dari semua lisan orang-orang yang mengaku beriman? Tentunya semua kalangan haruslah bersinergi untuk membentuk karakter dan pribadi mukmin yang kuat. Sikap terbaik bukanlah dengan berdiam diri menunggu peristiwa-peristiwa memalukan besar lainnya yang na’udzubillah akan kembali terjadi. Atau mungkin dengan mengabaikan dan menganggap ini adalah peristiwa yang biasa saja. Dalam kajian fiqh maqasid syariah p...

Ketika Doa Tidak Juga Terkabul

Dalam berdoa, terkadang kita merasa lelah. Karena apa yang kita minta kepada Allah tak kunjung dikabulkan. Padahal Allah sudah berjanji di dalam Al-Qur’an, bahwa setiap doa akan dikabulkan. Hanya saja kita tidak tahu, dalam bentuk apa wujud terbaik dari terkabulnya doa kita, dan juga kapan doa itu dikabulkan. Sehingga kita tidak menyadarinya kalau do'a kita sudah dikabulkan. Ketika merasa lelah dalam berdoa, saya jadi teringat kisah Tsa’labah. Seorang miskin yang minta kepada Rasulullah Saw untuk didoakan agar menjadi kaya. Rasulullah sempat menolak dua kali. Karena Tsa’labah terus mendesak, akhirnya pada permintaan ketiga dia didoakan oleh Rasulullah. Bukan Rasulullah yang menjadikan Tsa’labah kaya, tapi beliau hanya turut mendoakan.  Alkisah, ternak kambing Tsa’labah mendadak berkembang biak dengan sangat cepat. Tsa’labah kemudian menjadi kaya. Saking banyaknya ternak dia, maka dia menggembala hingga keluar kota. Akibatnya dia sering terlambat shalat Jumat, bahkan akhirn...

Khutbah : 2 Syarat Diterimanya Ibadah

Khutbah 1 إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ فيا عباد الله...أوصي نفسي وإياكم بتقوالله...فقد فازالمتقون. كما قال الله تعالى في القرأن يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.. Di siang yang berbahagia ini, marilah kita kita memanjatkan kersyukuran kepada AllahurabbulAalamin, Allaahurrahmaanurrohiim, yang masih melembutkan hati hati kita, masih meringankan langkah kita dan juga memberikan kesempatan untuk hadir di masjid yang mulia ini, dalam balutan keimanan, dalam suasana kebe...

Kini, Anak Desa Itu Pun Menjadi Sarjana

Gambar
Saya masih ingat sekali, sekitar tahun 2018 yang lalu. Atas izin Allah SWT, saya lulus dan diterima di Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Yogjakarta. Sebuah lembaga pendidikan kader di bawah Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dimana, setiap thalabahnya diberikan kesempatan terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan mengambil program studi Ilmu Hadits dan Universitas Muhammadiyah Yogjakarta (UMY) dengan mengambil program Pendidikan Agama Islam (PAI). Atas pertimbangan dan restu dari Umi, yang diawali dengan istikharah, saya memutuskan untuk merantau dan belajar di Kota Pelajar. Lalu kendalanya apa? Saya ini orang Jawa Barat, tinggal di pedesaan di Kabupaten Bogor, yang saat itu tidak punya uang untuk mengurus persiapan ini dan itu. Benar-benar kekurangan. Saya juga bukan berasal dari keluarga orang kaya. Dan prinsip saya pun setelah lulus dari Aliyah, tidak ingin merepotkan keluarga. Karena mereka sudah cukup direpotkan dari kecil hi...

Hidup Itu Tinggal Dijalanin Aja

Secuil Review dari buku "Lembaga Hidup", karya Buya Hamka Oleh: Dandi Setiadi Kadang-kadang kita itu sering aneh ya, hidup tinggal jalanin aja, tapi terkadang suka stress sendiri dan pusing sendiri, maka, untuk mengingatkan diri sendiri, saya mau nulis cukup panjang hari ini, itung-itung sebagai upaya saya untuk kalibrasi, adjustment, positioning, conditioning, memantapkan diri atau apalah terserah temen-temen mau pakai kosakata apa, hehe. Ada sebuah buku dengan judul Lembaga Hidup yang ditulis oleh Prof. Dr. Hamka. Buku ini belum lama saya beli, yaitu pada malam hari Senin, 25 April kemarin. Di dalam cover belakang buku itu tertulis, "tidak satupun pendidikan formal ditamatkan. Banyak membaca menjadi modalnya, tak lupa belajar langsung dengan tokoh dan ulama, baik di Sumatera barat, Jawa, bahkan sampai ke Mekah. Peraih doktor honoris causa dari Universitas Al-azhar dan Universitas Prof Moestopo beragama ini wafat pada hari Jumat 24 Juli 1981", sedikit profil singka...

Memaknai Bulan Rajab

Ahamdulillah, tidak terasa hari ini kita berada di pertengahan bulan Rajab, tepatnya tanggal 15 Rajab 1443 H dan sekitar 1 bulan 15 hari lagi kita akan berjumpa dengan bulan suci Ramadhan 1443 H.  Rasanya baru kemarin kita berada di bulan Rajab, tak terasa sekarang kita sudah masuk lagi di bulan tersebut. Rasanya baru kemarin kita berjumpa dengan bulan Ramadhan, tak terasa sebentar lagi kita akan berjumpa kembali.  Benarlah apa yang dikatakan oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah, bahwa di antara sifat kehidupan dunia adalah "Sarii'ul Waqt" waktunya sangat singkat dan cepat.  Maka kalau kita melihat firman-fiam Allah SWT dalam al-Qur'an, banyak sekali Allah SWT bersumpah menggunakan kalimat waktu; mulai  masuk waktu subuh, Dhuha, siang, sore, malam, bahkan di sepertiga malam pun Allah bersumpah menggunakan kalimat waktu.  Ini merupakan pesan cinta dari Allah SWT agar kita yang masih diberikan kesempatan hidup dan diberikan umur oleh Allah SWT sampai bulan Rajab ini...