Khutbah : 2 Syarat Diterimanya Ibadah
Khutbah 1
إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
فيا عباد الله...أوصي نفسي وإياكم بتقوالله...فقد فازالمتقون. كما قال الله تعالى في القرأن
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah..
Di siang yang berbahagia ini, marilah kita kita memanjatkan kersyukuran kepada AllahurabbulAalamin, Allaahurrahmaanurrohiim, yang masih melembutkan hati hati kita, masih meringankan langkah kita dan juga memberikan kesempatan untuk hadir di masjid yang mulia ini, dalam balutan keimanan, dalam suasana keberkahan, dan dalam keterjalinan keberkahan silaturahim, yang itu semua dilandasi hanya untuk beribadah karena Allah swt.
Semoga, hadirnya kita dimasjid yang mulia ini menjadi penghapus dosa-dosa yang pernah kita perbuat dan menjadi pemberat timbangan amal soleh kita.
Kesyukuran yang besar wahai kaum muslimin, karena sampai saat ini, Allah masih memberikan nikmat yang tidak terhitung dan Allah berikan tanpa perhitungan dan tanpa pandang buluk:
وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها . . .
Shalawat berbingkai salam, semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya, sahabahat-sahabatnya, para tabi'in dan seluruh umatnya termasuk kita sebagai penerus dakwahnya hingga akhir zaman.
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib mengajak kepada diri pribadi khususnya, dan pada para jamaah seklian pada umumnya, marilah kita senantiasa tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt, karena sebaik baik bekal yang nanti akan kita bawa pulang di hadapan Allah swt, adalah taqwa.
وتزودوا فإن خير الزاد التقوى
Ali bin Abi Thaalib r.a mengatakan, bahwa setidaknya ada 4 indikator, seseorang dikatakan bertaqwa kepada Allah swt:
1. Al Khauf minal Jaliil (Senantiasa takut kepada Allah swt)
2. Ridhaa bil Qaliiil (Senantiasa ridha, merasa cukup, rela terhadap apa yg Allah berikan kepada dirinya, walaupun pemberian tersebut sangatlah kecil di hadapan manusia)
3. Al Amalu bit Tanziil (Senantiasa melaksanakan, mematuhi apa2 yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah)
4. Al Isti'daad Ilaa Yaumirrahiil (Senantiasa menyiapkan bekalnya untuk nanti menghadap Allah swt)
Maasyiral Muslimin Rahimakumullah. . .
Mayoritas dari kita mungkin sudah mengetahui bahwa Allah menciptakan kita ke muka bumi ini tak lain dan tak bukan untuk beribadah; menggambakan diri, tunduk, taat dan patuh kepadanya.
Sebagaimana firman Allah SWT ;
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
"Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepadaku." (QS. Adzariyat : 51)
Setiap amal soleh yang kita kerjakan, akan diberikan balasan kebaikan oleh Allah sesuai dengan tingkatannya. Akan tetapi, kita tidak bisa menjamin semua amal soleh kita diterima di sisi Allah. Ada persyaratan yg harus dipenuhi, jika amal Soleh kita ingin diterima di sisi Allah dan diberikan balasan kebaikan oleh-Nya. Maka kita harus berusaha mengetahui dan memenuhi persyaratan tersebut. Karena, apalah artinya banyak amal, jika tidak mendatangkan keridhaan dari Allah SWT.
Maasyiral Muslimin Rahimakumullah. . .
Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan;
"Seseorang tidak akan bisa merealisasikan ibadahnya kepada Allah (iyaakana'budu-nya), kecuali dengan dua dasar, yaitu ikhlas karena Allah dan mengikuti Rasulullah Saw."
Sebagaimana firman Allah SWT;
فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه أحدا
Menurut Imam Ibnu Katsir, dalam tafsirnya al-Quranul Azhim, bahwa kalimat;
فليعمل عملا صالحا
"Maka hendaklah ia mengerjakan amal Soleh", maksudnya adalah hendaklah mereka mencocoki syariat Allah dengan cara ittiba', mengikuti Rasulullah Saw.
ولا يشرك بعبادة ربه أحدا
" Dan janganlah dia menyekutukan Allah dal beribadah dengan sesuatu apapun", maksdnya adalah ibadah yang dikerjakannya hanya mengharapkan Allah semata dan tidak berbuat syirik kepadanya.
Inilah dua syarat diterimanya ibadah, inilah dua syarat yang menjadi dasar diterimanya amal Soleh kita, yaitu ikhlas dan ittiba'.
Maasyiral Muslimin Rahimakumullah
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam buku "Tazkiyah Nafs" mendefinisikan ikhlas, yaitu memurnikan tujuan bertaqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah dari hal-hal yang mengotorinya. Ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan.
Menghadirkan keikhlasan dalam beribadah, merupakan hal yang sangat penting. Buya Hamka pun pernah berkata dalam bukunya, yang berjudul "pribadi hebat", kata beliau;
" Bagi tubuh, adalah nyawa yang memberikan kehidupan. Jika nyawa tidak ada lagi, maka matilah tubuh. Bagi pribadi, ikhlaslah yang menjadi nyawanya. Pribadi yang tidak memiliki keikhlasan, adalah pribadi yang mati. Meskipun ia bernyawa, arti hidupnya tidak ada."
Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Sebagai penutup dari khutbah pertama ini, saya ingin menyampaikan sebuah kisah dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Ahmad dari Abu Hurairah Ra.
Bahwa manusia yang pertama kali diseret dan dilemparkan ke dalam api neraka pada hari kiamat nanti ada tiga golongan;
1. Orang yang mati syahid (yang meninggal di kancah jihad)
Orang ini dihadapkan dhadapan Allah SWT, lalu disebutkanlah kenikmatan2 yang Allah berikan saat di dunia. Ia pun mengetahuinya, lalu Allah bertanya kepadanya;
ماذا عملت فيها ؟
"Apa yang telah kau amalkan/lakukan dengan nikmat tersebut?"
Lalu ia menjawab;
"Aku berjuang untuk-Mu, sehingga aku gugur sebagai syahid."
Lalu Allah mengatakan:
كذبت
"Engkau telah berdusta, sesungguhnya engkau berjuang agar disebut sebagai pemberani, dan gelar itupun telah kau dapatkan."
Lalu Allah pun menghisabnya dan melemparkannya ke dalam neraka
2. Orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya dan membaca Al-Qur'an.
Orang tersebut dihadapkan di hadapan Allah SWT dan disebutkan tentang nikmatnya hingga ia mengetahuinya. Lalu Allah bertanya;
ماذا عملت فيها ؟
"Apa yang telah kau amalkan/lakukan dengan nikmat tersebut?"
Lalu dia menjawab:
تعلمت العلم وعلمته وقرأت فيك القرأن
"Aku telah mempelajari ilmu dan mengajarkannya, dan akupun membaca al-Quran karena semata-mata mengharapkan ridhamu."
Lalu Allah berkata:
كذبت
"Engkau telah berdusta, sesungguhnya engkau ingin disebut sebagai seorang alim dan ahli Qur'an, dan gelar itupun telah engkau dapatkan."
Lalu Allah pun memanggil malalikatnya untuk menyeret orang tersebut.
3. Orang yang kaya (diberikan kelebihan harta) yang gemar berinfaq.
Dengan bangganya dia mengatakan;
"Aku tidak pernah meninggalkan satu jalanpun yang engkau ridhai dan engkau cintai, kecuali aku dermakan hartaku di sana."
Lalu Allah berkata:
كذبت
"Engkau telah berdusta, sesungguhnya engkau lakukan itu agar engkau disebut sebagai orang yang dermawan, dan engkau mendapatkan sebutan itu."
Kemudian ia dibiarkan dan dihisab di hadapan Allah SWT lalu dilempar ke dalam neraka."
Maasyiral Muslimin Rahimakumullah
Ketiga orang ini adalah orang-orang yang melakukan amal Soleh, mereka mengorbankan jiwa mereka. Akan tetapi itu semua tidak berguna, menjadi sia-sia, karena tujuannya yang salah, tujuannya adalah hamba, bukan Allah, tujuannya adalah makhluk, bukan Sang Khaaliq.
Dimkianlah dua syarat diterimanya amal Soleh. Kedua syarat inilah yang menentukan diterima atau tidaknya amalan kita di sisi Allah SWT.
Betapa banyak amalan kecil menjadi besar, karena niatnya. Dan betapa banyak pula amalan besar menjadi kecil karena niatnya.
بارك الله لي ولكم
وأستغفرالله العظيم لي ولكم إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah 2
الحمد لله وكفى وأصلى وأسلم على محمد المصطفى
وعلى أله وأصحابه أهل الصدق والوفى
فياأيهالمسلمون إتقوا الله حق تقاته ولا تموتني إلا وأنتم مسلمون
اللهم صل وسلم على نبينا
فقال الله تعالى في كتابه الكريم
إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما
اللهم اغفرللمسلمين والمسلما
اللهم إنا نسألك سلامة
اللهم إنا نسألك علما
اللهم إنا نسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى
ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم
ربنا ظلمنا أنفسنا
ربنا أتنا في الدنيا حسنة
سبحان
Komentar
Posting Komentar