Memaknai Bulan Rajab

Ahamdulillah, tidak terasa hari ini kita berada di pertengahan bulan Rajab, tepatnya tanggal 15 Rajab 1443 H dan sekitar 1 bulan 15 hari lagi kita akan berjumpa dengan bulan suci Ramadhan 1443 H. 

Rasanya baru kemarin kita berada di bulan Rajab, tak terasa sekarang kita sudah masuk lagi di bulan tersebut. Rasanya baru kemarin kita berjumpa dengan bulan Ramadhan, tak terasa sebentar lagi kita akan berjumpa kembali. 

Benarlah apa yang dikatakan oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah, bahwa di antara sifat kehidupan dunia adalah "Sarii'ul Waqt" waktunya sangat singkat dan cepat. 

Maka kalau kita melihat firman-fiam Allah SWT dalam al-Qur'an, banyak sekali Allah SWT bersumpah menggunakan kalimat waktu; mulai  masuk waktu subuh, Dhuha, siang, sore, malam, bahkan di sepertiga malam pun Allah bersumpah menggunakan kalimat waktu. 

Ini merupakan pesan cinta dari Allah SWT agar kita yang masih diberikan kesempatan hidup dan diberikan umur oleh Allah SWT sampai bulan Rajab ini, hari ini, jam bahkan detik ini untuk memanfaatkannya dengan baik.

Penting untuk kita ketahui bahwa Allah memilih beberapa waktu yang dijadikan sebagai waktu yang istimewa. Maka kita wajib mengistimewakannya. Sebagaimana yang Allah firmankan;

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ

"Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." (Al Hajj 22:32) 

Sehingga kita memuliakan apa yang Allah muliakan, mengagungkan apa yang Allah agungkan dan mengistimewakan apa yang Allah istimewakan.

Dan di antara waktu yang diagungkan, dimuliakan dan diistimewakan oleh Allah SWT adalah 4 bulan haram, yang mana 4 bulan ini adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, disebut dengan "Asyhurul Hurum", dan ini penting untuk kita ketahui. 

Disebutkan oleh Allah dalam QS At Taubah (09) : 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS. At-Taubah : 36).

Dalam ayat tersebut, tidak disebutkan oleh Allah empat bulan yang dimaksud, tetapi dijelaskan oleh Rasulullah Saw dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah ra, bahwa 4 bulan itu adalah;

ثلاثة متوليات وواحدة متفرقة 

Tiga bulan berturut-turut, yaitu bulan Dzulqodah, Dzulhijjah, dan Muharram, dan satu bulan secara terpisah. Satu bulan yang terpisah itu adalah bulan Rajab.

Setelah kita mengetahui bahwa Allah telah menetapkan empat bulan haram. Disebut sebagai bulan haram, haram artinya bulan yang istimewa. Sebagai mana kita mendengar istilah Masjidil Harom, Tanah Harom, karena dia punya hukum dan kedudukan yang istimewa di sisi Allah SWT.

Sehingga kita perlu mengetahui hal ini, agar kemudian kita jalankan konsekuensinya. Karena itu kita sampaikan kepada masyarakat, bahwa 12 bulan dalam hitungan tahun Hijriyah ada 4 bulan yang istimewa, yaitu bulan Dzulqodah, Dzulhijjah, Muharram dan bulan ini yaitu bulan Rajab.

Selanjutnya adalah, Apa yang harus kita lakukan di bulan haram? terkhusus di bulan Rajab ini?

1. Penting bagi kita untuk memuliakan bulan Harom, sbgaimana Allah memuliakan bulan Harom.

2. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Rajab Alhambali dlam kitab "Lathaiful Ma'aarif", Kita perlu memahami bahwa, melakukan amalan ketaatan di waktu yang istimewa akan memberikan nilai pahala yang lebih besar. Maka demikian pula orang yang berbuat taat pada Allah, beribadah kepada Allah di bulan Harom, maka pahalanya pun lebih besar.

Dan sebaliknya, melakukan perbuatan maksiat di waktu yang istimewa, maka dosanya lebih besar dibandingkan di luar waktu yang istimewa.

Allah SWT memuliakan bulan ini, sehingga kita diajarkan agar jangan sampai kita menggampangkan diri berbuat maksiat di empat bulan yang mulia ini, diantaranya di bulan Rajab ini.

Para ulama mengatakan bahwa bulan Rajab ini adalah bulan untuk menanam biji taqwa, stelah ini adalah bulan Sya'ban, kita menyiramnya dan menyuburkannya dengan pupuk, dan di bulan Ramadhan, semoga kita bisa memetik apa yang kita tanam.

Bulan Rajab adalah bulan isti'daad atau bulan (persiapan) menuju bulan Ramadhan, sehingga dengan persiapan-persiapan tersebut kita bisa maksimal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. 

Ibarat seorang atlit yang mau berlomba, maka dia pun harus melakukan pemanasan-pemanasan, mempersiapkan dirinya. Karena jika dia langsung bertanding, maka dia akan kewalahan, akan kecapean dan lain sebagainya. 

Maka di antara persiapan-persiapan terbaik kita untuk ramadhan yang sekitar 1 bulan 20 hari lagi, yaitu; Isti'daadul A'maal (Mempersiapkan amal terbaik) dengan mulai membiasakan kebiasaan baik, memperbanyak ibadah, Isti'daadul Ilmi (Persiapan ilmu tentang ibadah yang akan kita lakukan), menjaga kesehatam Jasmani dan rohani, Al 'Azamu Ma'attaubah (Perlu ada Azam dan banyak-banyak bertaubat); Kita berazam, bertekad, niatkan dalam hati kita untuk menjadi ramadhan yang akan datang ini sebagai ramadhan terbaik, karena barangkali ini menjadi Rajab, Sya'ban atau Ramadhan yang terakhir buat kita.

Mudah2an pada bulan Rajab ini dan bulan Syakban nanti, kita persiapkan diri kita untuk bertemu dengan bulan yang kita nanti-nantikan. 

Maka diantara do'a yang sering dibaca adalah,

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان 

"Yaa Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban, dan sampaikan lah umur kami pada bulan Ramadhan." Aamiiin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Libur Kuliah, Libur Belajar Juga Kah?

The Power Of Knowladge

Berharganya Jiwa Seorang Mukmin