The Power Of Knowladge

 Oleh : Dandi Setiadi


KHUTBAH I 

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.فيا عباد الله...أوصي نفسي وإياكم بتقوالله...فقد فاز م المتقون.كما قال الله تعالى في القرأن 

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

وقال الله تعالى

 يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات والله بما تعملون خبير.


Ma’asiral Muslimin Rahimakumullah..

Sebagai insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, marilah kita bersyukur kepada-Nya  dengan sebenar-benarnya syukur, atas segala limpahan nikmat dan rahmat-Nya  yang tak terhitung dan tanpa perhitungan serta tidak pandang buluk. 


Sehingga dengan nikmat tersebut Allah SWT masih melembutkan hati kita, meringankan langkah kita dan juga memberikan kesempatan untuk bisa hadir di masjid yang mulia ini dalam rangka menunaikan salah satu kewajiban kita yaitu rangkaian shalat Jumat berjamaah. Semoga hadirnya kita dimasjid yang mulia ini menjadi penghapus dosa-dosa yang pernah kita perbuat dan menjadi bekal amal shalih. 


Shalawat berbingkai semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kepada keluarganya, sahabahat-sahabatnya, para tabi'in dan seluruh umatnya termasuk kita sebagai penerus dakwahnya hingga akhir zaman.


Ma’asiral Muslimin Rahimakumullah

Ada sebuah pepatah Arab yang dikatakan oleh Imam Asy Syafi'i, yaitu:

العلم نور

"lmu adalah cahaya, ilmu adalah kekuatan, ilmu adalah gerbang, dan ilmu adalah jendela."

Perlu kita ketahui bahwa Rasulullah SAW sukses dalam berakwah, sukses dalam menyebarkan Risalah Islam, diantara faktor pendukung utamanya adalah dengan ilmu. Sehingga beliau dikenal memiliki sifat fatonah (cerdas).

Ada sebuah nasihat indah dari Hasan Al-Bashri rahimahullah:

لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ

“Jika tanpa ilmu, maka manusia layaknya seperti binatang”.

Begitu berharganya ilmu sehingga dia layak menjadi ukuran pembeda antara manusia dan binatang.

Jama'ah Jumat rahimakumullah....

Imam Az Zarnuji rahimahullah dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim, mengutip sebuah syair;

تعلم فإن العلم زين لأهله # وفضل وعنوان لكل المحامد 

"Belajarlah, karena sesungguhnya ilmu itu akan menjadi penghias, menjadi perhiasan bagi pemiliknya, dan keutamaan, serta tanda untuk setiap hal yang terpuji." 

Bait syair yang dikutip oleh Imam Az Zarnuji dari Muhammad  bin Hasan ini, memiliki makna yang cukup dalam (Al makna ad daqiiq). Dimana ilmu diibaratkan seperti sebuah perhiasan. Kita semua pasti faham, bahwa yang namanya perhiasan, akan memperindah dan mempercantik bagi pemakainya. Dan ilmu akan memuliakan, meninggikan, dan mengangkat derajatnya. 

Menurut Ibnu Abbas Ra. bahwasannya, ada salah seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang teman hidup yang paling baik. Kemudian Rasulullah SAW menjawab, beliau bersabda;

" Teman yang paling baik adalah orang yang ketika kamu melihatnya, dapat mengingatkanmu kepada Allah SWT. Orang tersebut dapat mendekatkan kamu kepada Allah SWT. Ketika dia bicara, maka kamu mendapatkan ilmu dari pembicaraannya. Dan ketika ia beramal maka akan mengingatkan kamu terhadap akhirat."

Artinya, orang tersebut mempunyai aura positif yang luar biasa. Saat bicara, ada ilmu yang kita serap dan ketika beramal Soleh dapat mengingatkan kita akan akhirat. Itulah di antara ciri teman terbaik.

Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud nomor 220 disebutkan:

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: Dari Anas bin Malik ra. Rasullullah SAW bersabda: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim" (HR. Abu Dawud no. 220)

Dari hadis di atas, kita bisa mengambil pelajaran bahwa, jelas kita semua sebagai seorang Muslim diperintahkan untuk selalu mencari ilmu, mendatangi majlis-majlis ilmu, menghadiri majlis-majlis ta'lim. 

Walaupun saat ini  zaman begitu hebat dan modern; berbagai informasi membludak dan sangat mudah kita akses (overload information), karena kita hidup di era milenial, di era digital dan di era 4.0 (four poin Zero). Tetapi, walaupun demikian, menghadiri majlis ilmu, duduk dan hadir bersama para ulama, berkumpul dalam majlis ta'lim, berhalaqah dengannya itu tetap  lebih utama dan lebih berkah.

Hadirin jama'ah Jum'at rahimakumullah..

Di alam Mu'jam Al Kabir  dikatakan bahwa majlis ilmu itu ibarat taman surga.

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

Artinya: Dari Anas bin Malik ra. Bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: "Jika kalian melewati taman-taman surga, maka nikmatilah", para sahabat bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman surga?", Rasulullah SAW bersabda, "Yaitu majelis-majelis zikir (majelis yang digunakan untuk mendalami agama Allah)." (HR. Ahmad)


Maka dari itu, bagi siapa saja yang menghadiri majlis ilmu, duduk bersama para ulama dalam rangka thalabul Ilmi dan silaturahmi, maka dia akan mendapatkan berbagai kebaikan dan keutamaan.

Banyak sekali keutamaan yang Allah SWT dan Rasulullah SAW berikan kepada para orang-orang yang menghadiri majlis ilmu. Di antaranya yaitu:

1. Akan dimudahkan baginya jalan menuju surga:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ


"Barangsiapa berjalan di suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga." (HR. At Tirmidzi)

2. Mendapatkan ketenangan, dikelilingi malaikat, dan diliputi Rahmat bahkan disebut-sebut oleh Allah SWT di sisi para Malaikat-Nya:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى يَتْلُون كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: "Tidaklah sebuah kaum berkumpul di dalam rumah diantara rumah-rumah Allah Ta'ala, membaca kitab Allah, dan saling mempelajarinya diantara mereka melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, serta dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka diantara malaikat yang ada di sisi-Nya." (HR. Abu Dawud)


Kita pun faham bahwa, secara zhahir pun ilmu akan memudahkan dalam menjalani aktivitas  hidup kita sehari-hari. Seorang bijak pernah mangatakan;

"Dengan agama hidup akan menjadi terarah. Dengan seni hidup akan mnjadi indah. Dan dengan ilmu akan menjadi mudah"


Maasyiral muslimin rahimakumullah....

Ada sebuah kisah, yang disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, yang diambil dari Abu Marrah, sesungguhnya Abu Waqid Al Laitsi bercerita kepadanya, ia berkata; 

"Ketika kami bersama Rasulullah SAW tiba-tiba tiga orang lewat. Kemudian salah satu diantara mereka datang dan mendapatkan tempat kosong dalam majelis dan ia duduk, dan laki-laki kedua duduk di belakangnya, sedang laki-laki ketiga malah pergi. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Maukah kalian aku beritahu tentang ketiga orang itu." Mereka menjawab; ya wahai Rasulullah SAW Rasulullah SAW bersabda, "Laki-laki pertama yang datang lalu duduk itu berlindung, kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala memberinya perlindungan. Laki-laki kedua yang duduk dari belakang kalian itu malu hingga Allah Subhanahu wa Ta'ala malu kepadanya, sementara laki-laki yang pergi itu adalah orang yang berpaling kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala berpaling darinya."


Hadirin rahimakumullah...

Kisah di atas menggambarkan kepada kita bahwa, ada tiga jenis golongan manusia dalam setiap majlis ilmu;

Pertama, Orang yang mendapati majlis ilmu, mereka malah berpaling tanpa idzin, tanpa udzur, tanpa alasan dan abai begitu saja. Mereka tidak mau hadir ke majlis ilmu. Maka, orang seperti ini akan terancam bahwa Allah juga akan berpaling darinya.

Kedua, Orang yang ketika mendapati majlis ilmu, maka ia merasa minder dan malu saat hadir, tetapi ia berusaha hadir. Sehingga itu sudah termasuk dan dinilai ketaatan dan amal Soleh, maka Allah pun malu kepadanya.

Ketiga, golongan yang terbaik, merekalah yang semangat dan berusaha maksimal untuk hadir dan mengikutinya dengan baik, sehingga Allah pun menjadi penjamin dan akan menjadi pelindung baginya.


Maasyiral muslimin rahimakumullah....

Semoga kita termasuk orang yang haus akan ilmu, rajin menghadiri majlis ilmu dan majlis ta'lim. Marilah kita sisihkan waktu sedikit saja untuk berkumpul dan bersilaturahmi dalam majlis ilmu. Dan kita yang hidup di era digital ini, mari manfaatkan sarana dan prasana yang ada untuk memudahkan kita dalam belajar dan menambah pengetahuan. Sehingga kita mendapatkan berbagai keutamaan dan yang Allah janjikan.

Dalam Al Qur'an Allah pun telah berfirman: 

يرفع الله الذين أمنوا منكم والذين أوتو العلم درجات 


Artinya: "Allah akan tinggikan derajat orang yang beriman dan berilmu dengan beberapa derajat." (QS Al Mujadalah ayat 11)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ


KHUTBAH II 


اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصدق و الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، 


Jama'ah Jumat yang Allah muliakan...


Barangkali, Allah SWT masih memberikan waktu dan kesempatan hidup pada kita di dunia ini, mungkin di antara alasannya yaitu;

Pertama, Allah SWT Maha Tahu, bahwa dosa kita masih sangat banyak, sehingga kita diberikan kesempatan untuk bertaubat sebelum terlambat. 

Atau yang kedua, karena Allah pun Maha Tahu, bahwa amal Saleh kita masih sangat sedikit, sehingga kita diberikan kesempatan untuk memperbanyak amal saleh,  sebagai bekal untuk mengahadap-Nya. Maka, dengan rajinnya kita ke tempat pengajian, berhalaqah dengan para ulama, insyaallah ini menjadi salah satu bekal terbaik yang kita siapkan.


Sahabat Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib ra. pernah berkata:

اليوم عمل ولا حساب وغد حساب ولا عمل 

"Hari ini (di dunia) adalah tempat untuk beramal dan belum ada hisab. Sedangkan besok (hari kiamat) adalah hari untuk dihisab dan tidak ada lagi kesempatan untuk beramal".

Dan yang terakhir, marilah kita berdoa kepada Allah SWT, semoga Allah SWT ampuni semua dosa kita, memberikan solusi dari setiap permasalahan hidup kita, dan memudahkan serta membimbing kita dalam melakukan setiap kebaikan. Sehingga, kita termasuk hambanya yang beruntung.


إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلَّونَ عَلَى الَّنِبْيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَمَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْن

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ







Referensi: 
Al Qur'an dan Terjemah
Ta'lim Al Muta'allim
Mu'jam Al Kabir
Al Majmu'


Semoga bermanfaat. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Libur Kuliah, Libur Belajar Juga Kah?

Berharganya Jiwa Seorang Mukmin