Inilah 3 cara bersyukur menurut Syaikh As-Sa'di
Kata "syukur" sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia, dan sudah biasa digunakan oleh kita dalam kehidupan sehari-hari, baik saat berbicara di depan umum maupun ngobrol dengan sesama. Dalam KBBI, "syukur" artinya berterima kasih kepada Allah. Beda halnya dengan kata "syukran" yang biasa diucapkan untuk berterimakasih pada sesama manusia. Walaupun kata "syukran" ini belum diserap ke dalam bahasa Indonesia, tetapi sudah lumrah digunakan.
Terkadang, yang diitanyakan adalah bagaimana cara bersyukur yang benar? Di antara jawaban dari pertanyaan tersebut adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh As-Sa'di saat menafsirkan QS. Ibrahim ayat 7. Beliau menjelaskan bahwa syukur adalah pengakuan hati atas nikmat-nikmat yang Allah berikan pada kita, memuji Allah atas nikmat-Nya, dan menghabiskan/menggunakan nikmat tersebut pada hal-hal yang Allah ridhai.
Maka cara kita bersyukur pada Allah itu adalah;
Pertama, mengakui dengan hati bahwa nikmat yang kita rasakan ini sumbernya dalah dari Allah Ta'ala.
Kedua, Saat memperoleh nikmat-Nya maka seyogyanya memuji Allah dengan lisan kita, misalnya dengan mengucapkan al-hamdulillah, dan semisalnya.
Ketiga, melalui sikap atau perbuatan, yaitu berupaya untuk menggunakan nikmat-nikmat-Nya pada hal-hal yang Allah ridhai. Bukan untuk kemaksiatan kepada-Nya.
Sumber: Tafsir As-Sa'di, hlm. 435.

Komentar
Posting Komentar